Tampilkan postingan dengan label dokumentasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dokumentasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 25 Januari 2016

2016 dan 26

Terakhir kali menulis di blog ini tahun kemarin, 2015, bulan September (yah gak lama-lama amat), usia masih 25. Sekarang sudah 2016, sudah 26 tahun, dan sudah menikah! Halah pake tanda seru segala.

Jadi begini, saya sebenarnya mau cerita banyak. Tapi sayangnya kemampuan menulis dan bercerita panjang lebar yang pernah saya miliki dahulu kala, kini berangsur-angsur menghilang. Yah kita lihat aja nanti apakah tulisan ini akan berakhir singkat atau panjang. hehehe

Dimulai dari usai lebaran tahun 2015, saya lupa tanggal persisnya, pada akhirnya Ndoro datang ke rumah untuk melamar saya. Jangan bayangkan acara lamaran yang gegap gempita. Hehe. Ini mungkin model lamaran satu-satunya yang ada di dunia: dia datang hanya berdua (bersama temannya), sebenernya tujuan utama sih menjemput saya balik ke Jogja tapi yah mungkin sekalian aja ngelamar ke ortu (mungkin begitu maksud Ndoro), hanya ada mamah dan adik saya di rumah (kami masak ala kadarnya, tapi tentu tetap maknyus), lamaran berlangsung santai (kayak ketemu temen yang lama gak ketemu), usai ngobrol tentang rencana pernikahan, saya langsung menuju ke Jogja (gila kan?). Hahahaha.

Mempersiapkan segala sesuatu menjelang pernikahan tidaklah mudah. Apalagi kami dari keyakinan dan latar belakang keluarga yang berbeda. Tapi terpujilah Tuhan semesta alam, semuanya berjalan dengan lancar meski berat dan terseok-seok. Tanggal 11-12-15 akhirnya kami resmi menjadi suami istri. yihaaaa! 

Acara pernikahan kami sangat sederhana. Ijab di KUA, syukuran kecil-kecilan di rumah Ndoro di Sidoarum. Hanya ada beberapa teman dekat dan keluarga yang datang. Kami memang berniat tidak mengundang banyak orang dengan alasan males ribet. Rencana foya-foya atau pesta anak muda yang kami rancang pun tidak terlaksana karena suatu hal. Tapi yasudahlah, kami ikhlas dan legawa. Itung-itung hemat untuk kebutuhan usai pernikahan. Cie bijak banget. Hehe. Usai menikah saya sedikit pontang-panting untuk menyesuaikan diri dengan keluarga besar suami. Maklum, selama pacaran saya hanya dikenalkan Ndoro ke Ibuk dan dua adiknya saja. Selebihnya tak ado. Padahal keluarga suami dari Ibuk saja jumlahnya banyak bukan main. Itu belum yang dari almarhum ayah mertua di Lampung sana. Bisa gila kalau ketemu semua. Hmmm.. Ditambah tamu-tamu yang tak kunjung selesai berdatangan sampai beberapa hari usai pernikahan. Niatnya mau nikah dengan tenang, tetep aja enggak tenang. Hehe tapi gak papa, semuanya bisa dilalui dengan lumayan mulus. 

Kini saya tinggal bertiga dengan Ibuk dan suami tentu saja. Rumah Sidoarum ini nyaman sekali: asri, luas, rapi, dan bersih. Saya bahkan diijinkan Ibuk untuk menjadikan bangunan kecil di halaman belakang, di bawah pohon rambutan,  menjadi bengkel saya. Saya dibuatkan rak, dibuatkan penutup jendela juga oleh Ibuk. Seru deh! Bengkel saya di rumah adalah ruang kerja dan bermain saya. Di sana ada koleksi buku saya dan suami, TV, ampli, meja kerja, perkakas menggambar, dan sebagainya. Mirip kos-kosan lah pokoknya, minus kasur aja. Hehe. Saya suka menghabiskan waktu di sana untuk menggambar, bekerja, atau hanya nongkrong. 

Lalu bagaimana rasanya menikah? Hihi, untuk ukuran pengantin baru yang sudah berpacaran 5 tahun dan satu bulanan menikah, kehidupan pernikahan awal-awal bulan ini lumayan menyenangkan. Kenapa? Ya menyenangkan lah, karena akhirnya saya bisa ketemu orang yang saya sayang tiap hari. Dulu waktu pacaran (setelah saya lulus dan kerja terutama) ketemu cuman seminggu sekali dua kali karena kami sama-sama sibuk kerja. Sebagai seorang perindu jelas saya sering tersiksa. Uda kerja capek, gak dapet asupan nutrisi di luar makanan lagi. Heheu. Tapi sekarang saya puas banget bisa ketemu si doi tiap hari, selalu ada orang yang bisa diajak ngobrol bareng langsung (enggak lewat hp), bisa ndusel-ndusel, seru deh. Duh maaf ya geng, namanya juga pengantin baru. :p

Saya bersyukur banget punya suami yang ternyata setelah menikah jadi tambah super lagi. Lebih perhatian, lebih penyayang, lebih sabar, suka menolong yang lemah. :D Saya juga bersyukur punya ibu mertua yang baik dan santai banget kayak di pantai. Bahagia deh. Semoga yang baik-baik ini terus berlangsung tak terbatas dan tak terhingga di kehidupan pernikahan kami dan kita semua. Katakan 'amen', AMEEENN.


Minggu, 21 Desember 2014

Adit

Dulu waktu SMA pernah suka sama seorang cowo. Teman sekelas. Sesuai dengan karakterku, menyukai lelaki sepantaran itu tidak biasa. Tapi kalau sampai itu terjadi, berarti lelaki itu benar-benar spesial. Tentu saja spesial menurutku. Gak perlu ganteng ataupun kece seperti lelaki-lelaki lebih tua yang kutaksir, tapi harus menyenangkan. Nah, si Adit ini demikian. Dia teman sekelasku yang menyenangkan.

Waktu itu kelas tiga SMA. Kami bisa dibilang satu geng gitu. Geng gong. Hehehe. FYI, satu geng isinya tiga orang cewek dan dua orang cowok, termasuk si Adit. Yang menarik dari dia? Sebentar, sabaaar. Mungkin aku gambarkan dulu dia secara fisik. Tidak ganteng sih, tidak tinggi juga. Rambutnya lurus, hitam. Kulitnya coklat. Kalau tertawa lucu sekali. Gigi depannya tidak rapi, jadi kadang suka tampak rada mrongos, padahal tidak juga. Orangnya hangat sekali, kayak hape lagi dicas. Hehe.

Dia anaknya sederhana. Motornya waktu itu Honda Astrea jelek. Seragamnya juga tidak putih bersih apalagi dari bahan kain yang mahal. Kupikir memang dari keluarga sederhana. Baru setelah cukup lama kenal dia dan main ke rumahnya, aku baru tahu dia anak orang kaya. Rumahnya besar dan bagus banget. Sempat kaget aja sih, gak percaya. Padahal dia bisa saja tampil kece kalau dia mau, bisa bawa mobil kalau ingin terlihat wow seperti teman-teman borjuis yang lain. Tapi itu yang spesial dari Adit. Dia sangat rendah hati dan sederhana. Dia juga tenang, gak seperti cowok lain yang suka ribut, slengean, sok jagoan, sok kegantengan dan sok-sok yang lain. Emang kelihatan cupu dan gak jantan sih, tapi tetap menarik kok. Lagi-lagi menurutku. HAHAHA. Yang aku suka dari dia, cukup banyak. Selain kalem, tenang, gak pernah kelihatan sedih, dan gak neko-neko, dia itu, lagi-lagi hangat dan perhatian. Aku paling suka ketika kami sedang mengobrol dan bercanda, dan aku sedang melucu atau menggoda dia, dia tertawa sambil mengusap-usap kepalaku, kadang ketika dia begitu gemas, dia tidak segan untuk membuat rambutku acak-acakkan. Dia juga tak jarang merangkulku. Bikin meleleh saja. (seperti anjing, aku selalu suka usapan atau sentuhan di bagian kepala. Suka sekali.) Dan satu lagi, dia selalu harum. Enak sekali baunya. Sempat penasaran waktu itu dengan parfumnya. Baru kemudian kutahu kalau dia pakai parfum Bellagio. Parfum lho ya, bukan cologne.

Dia bahkan punya panggilan khusus buatku, yaitu Yuyup. Sebagai cewek normal yang suka cute little things siapa yang gak termehek-mehek coba? Aku malah lupa panggilan khususku buatnya. Nama kecilnya jika di sekolah sih, Otong. Tapi aku benar-benar lupa nama panggilan kesayangan apa yang kusematkan untuknya. Payah. Dia juga sering mengataiku atau memanggilku "dudut". Rasanya rela saja waktu itu dipanggil "dudut" kalau sama dia, meski jutaan kali.

Oiya, dia pandai sekali bermain gitar. Berbeda dengan kebanyakan teman cowokku yang lebih suka musik rock, dan memainkan distorsi ketika ngeband, si Adit lebih suka lagu easy listening. Dia piawai bermain gitar akustik, petikannya aduhai. Aku suka sekali melihat dia bermain gitar, melihat jari-jarinya menari. Apalagi kalau memainkan musik klasik. Kadang aku suka sok manja minta diajarin petikan atau gitaran lagu-lagu ini dan itu, biar aku bisa melihatnya bermain gitar secara eksklusif, dan dekat-dekatan. Biarin, aku memang hina.

Semakin lama, aku semakin suka padanya. Dan si Adit ini, entahlah. Hingga suatu hari, aku tidak masuk sekolah karena sedang sakit. Sakit biasa sih, demam gitu. Pas lagi tidur-tiduran, si Adit sms. Dia nanya kenapa aku gak masuk sekolah. Seperti biasa dia mengolok-olokku. Aku sih bahagia saja diolok-olok sama dia. Hmft, males. Sampai tiba-tiba kuberanikan untuk bilang 'suka' ke dia. Dengan bahasa yang nyantai sih. Seingatku, aku bilang gini,"Dit, kamu tau gak sih kalau aku suka kamu?" Setelah aku kirim smsku waktu itu, aku langsung nervous, tapi masih terkondisikan sih. Entah, mungkin karena sedang gak enak badan, bisa juga karena aku tahu Adit gak mungkin jahat kalaupun dia gak suka padaku juga. Dan tidak berapa lama, dia balas smsku. Katanya (seingatku), "Iya, pakdheku, tanteku, omku, mamaku, papaku, juga suka aku."
Usai membaca balasan smsnya, aku tidak patah hati atau menangis. Aku justru tertawa. Dan kemudian tidur lagi. Bagiku, itu jawaban paling keren yang pernah aku dapat ketika bilang suka ke cowo.

Esoknya pun kami biasa saja. Masih hore-hore kalau bertemu, masih suka saling mengolok, dan dia masih suka melancarkan jurus mengusap-usap kepalaku dan merangkulku. Aku masih suka ngrampok hp-nya, untuk kubuat mainan dan selfie. Masih suka sok-sok an minta diajarin bermain gitar untuk lagu tertentu.

Hingga suatu hari, aku, beberapa kawan, dan Adit janjian untuk latihan band bersama. Waktu kami sudah kumpul semua, dan Adit belum datang, aku gelisah. Gelisah kangen sebenarnya.Hehehe. Lalu kutanya salah satu kawan, kemana si Adit ini. Lalu kawanku menjawab bahwa Adit nelat karena harus menjemput pacarnya dulu. Hari itu aku patah hati. Tidak sampai membuatku menangis sih, cuman sedih saja karena dia ternyata sudah punya pacar. Dan pacarnya HOT sekaleeeeeee. Hahahaha. Sial. Baru sekarang aku tahu itu yang namanya di-friendzone-in. 

Pagi ini entah kenapa, jadi teringat si Adit usai baca komik Sunset on Third Street dan pipis di kamar mandi. Padahal komiknya juga gak ada hubungannya sama dia. Kadang memori dan kenangan suka aneh, suka muncul tiba-tiba seperti mas kos nagih listrik. Trus ya kutulis saja, menarik soalnya untuk diceritakan.

Sekarang, entah sudah berapa tahun tidak ketemu Adit, dan entah kapan juga ketemu dia terakhir kali. Sepertinya pas nunggu ngambil ijazah SMA. Aku bahkan sudah lupa nama lengkapnya. Jadi gagal untuk mencari jejaknya di dunia internet. huhuhu. Semoga dia selalu sehat dan bahagia. Semoga dia selalu jadi Adit yang sederhana, rendah hati, hangat, dan menyenangkan.

Duh jadi kangen sama seseorang yang hangat, sederhana, dan perhatian juga. uhuk keselek mouse. Hehehe.
Selamat hari Minggu ya! 

Minggu, 17 Agustus 2014

CE I EN TE A

Sebab lagi males cerita lewat tulisan, dan lagi senang nggambar, jadi marilah kita tengok gambar-gambar yang penuh cinta ini. Ada yang pesanan, ada yang kado, ada juga yg nyasar. Hehehe. Lets's celebrate with love. :)

Pesanan dari sepasang muda mudi yang hendak menikah~

Pesanan dari seorang perempuan yang begitu menyayangi suaminya.

Ibu dan Ndoro. Kado untuk ulang tahun Ibu.

Foto nyasar bertema cinta. Abaikan. :p




NB:
Menerima pesanan. Harga nego. Hehe :)

Selasa, 05 Agustus 2014

Temu Kangen di Bulan Agustus

Berhubung gelombangnya sudah mulai tenang, jadi mari berbagi foto-foto lagi. Memasuki area tentram, lempeng, dan biasa-biasa saja. Belum ada yang baru, yang lama-lama pun tak masalah. Foto-foto ini diambil menggunakan kamera analog Pentax Espio (serinya lupa) yang sudah dijual lagi setelah baru sekali dipakai. Hahaha, labil!















Rabu, 02 Juli 2014

Kamis, 17 April 2014

ROLL 30 (Nikon FM 10)

Tumpang Tindih. Bromo dan kontrakan Sita.


Sunrise dan Nyokap


Cuma dapet sunrise di perjalanan menuju Bromo. Pedih.

Wah, mb Sita siram-siram. Hhe~
Sampai di puncak kawah Bromo.

Nyemut.

Hari ini anaknya ultah, tuip! Hhe~

Selamat pagi Semarang!

Selulit, eh, siluet Uniph. :p

Kamis, 12 September 2013

Jung Psikologi Test

Beberapa waktu yang lalu, sebenarnya sudah lama sih, Sita, lewat akun fesbuknya pernah mengajakku dan kawan-kawan untuk bermain Jung psikologi test. Yah semacam test personality gitu. Dia meminta kami juga melaporkan hasilnya. Tentu saja aku langsung mencobanya setelah menerima ajakan tersebut. Dari dulu aku memang punya ketertarikan khusus pada hal-hal yang berhubungan dengan manusia, kepribadian, karakter, perilaku, dsb. Intinya berhubungan dengan psikologi sih. Sayang aja belum sempet sekolah psikologi. Nah, semalam, ketika aku dan Sita bertemu, kami sempet membahasnya lagi. Kemudian timbul keinginan untuk membaginya ke kalian lewat postingan ini.

Eum, anyway, hasil test Jung psikologi menunjukkan bahwa aku masuk dalam kategori ISFJ (Introvert Sensing Feeling Judging). Kalau kata Sita, sensing itu lebih ke pratical atau learning by doing. Bukan learning by theory, or something. Atau, orang tipe sensing ini percaya bahwa sesuatu itu benar, jika dia sudah membuktikannya sendiri. Bukan kepercayaan pada intuisi atau teori. Sedangkan judging, maksudnya bukan menghakimi. Tapi lebih pada seseorang dengan kategori ini selalu punya rancangan rencana yang sistematis untuk mencapai atau melakukan sesuatu. Untuk penjelasan introvert dan feeling, intinya sama kok seperti yang sudan kita ketahui. Nah, itu dari penjelasan Sita.

Kalau dari hasil pencarianku di google tentang ISFJ. Kutemukan penjelasan terperinci tentang personality ISFJ yang ternyata aku banget di sini. Coba kujabarkan secara ringkas dan mudah dipahami yah. Tentu saja ini ada campur tangan interpretasiku sih. Soalnya ada acara nerjemahin segala. So, check this out:

1. Bentuk atau pola utama dari ISFJ ini adalah internally focus. Seorang ISFJ punya kecenderungan fokus pada diri sendiri. Mereka hanya mau menerima segala sesuatu yang menurut mereka konkret dan jelas. Mungkin bisa dibilang praktis dan apa adanya kali ya. Pola sekundernya, orang ISFJ hanya mau berurusan dengan hal-hal yang sesuai sama diri mereka. Entah sesuai sama karakternya, pemikirannya, perasaannya, atau yang lain.

2. Bukannya mau geer atau nyombong. Tapi penjelasannya berkata bahwa orang ISFJ itu hangat, baik hati, bijaksana, penuh pertimbangan. Mereka sangat sensitive pada apa yang orang lain rasakan. Mereka cuman ingin melakukan dan memberikan yang terbaik. Entah untuk orang lain, ataupun diri sendiri.

3. Orang ISFJ memiliki dunia sendiri yang sulit untuk diamati atau ditinjau oleh orang lain. Mereka mengambil semua informasi  tentang seseorang dan situasi yang menurut mereka penting dan/ kemudian lalu menyimpannya. Semua informasi yang mereka simpan tadi biasanya akurat. Sebab orang ISFJ memiliki memori yang sangat baik tentang sesuatu yang yang menurut mereka penting dan berkesan. Kadangkala, memori mereka dianggap tidak biasa. Sebab orang ISFJ mampu mengingat secara detail sesuatu yang terjadi bertahun-tahun yang lalu. Tentu saja hanya yang menurutnya penting dan memiliki kesan.

4. Seorang ISFJ memiliki pemikiran yang jelas tentang "bagaimana seharusnya". Mereka menganggap aturan, tradisi, hukum, keamanan, dan kebaikan itu penting. Nah, beberapa sih kurang cocok denganku tapi, secara garis besar, lumayan cocok lah.

5. Seorang ISFJ bagus dalam learning by doing daripada learning by text or theory. Sepertinya bagian ini nyambung sama poin nomor satu tentang yg konkret dan jelas. Sebab orang ISFJ lebih suka pada hal yang jelas. Yang diaplikasikan atau dipraktekkan. Mereka juga lebih mudah mengerti dan percaya setelah mereka mengalaminya sendiri. Bukan berdasar teori, atau kata orang, atau malah intuisi.

6. Seorang ISFJ adalah seorang yang dapat diandalkan. Mereka bagus dalam hal yang berhubungan dengan keindahan, space, dan fungsi. Mereka pandai mendesign sesuatu dengan sangat indah. Kemampuan tersebut jika berpadu dengan sensitivitas akan menjadikan mereka menjadi pencipta atau pemberi yang luar biasa. Hal tersebut dapat jelas terlihat dari hadiah atau sesuatu yang mereka berikan untuk orang lain. Selalu spesial dan terbaik. Hehehe, orang-orang terdekat pasti paham betul deh yey.

7. Dibanding tipe personality lainnya. Orang ISFJ ini lebih baik dalam hal memahami perasaan. Baik diri sendiri maupun orang lain. Mereka tidak sering mengekspresikan perasaannya pada orang lain. Jika mereka memiliki pemikiran atau perasaan yang buruk, mereka cenderung memendamnya, sampai seringkali berakibat pada menghakimi diri sendiri. Kebanyakan orang ISFJ masih dalam tahap pembelajaran tentang bagaiamana cara mengekspresikan diri dan mengekspresikan perasaan mereka yang sangat kuat.

8. Orang ISFJ biasanya cenderung tidak mau ikut campur atau ingin tahu tentang apa yang dirasakan dan dialami orang lain. Kecuali jika orang lain tersebut yang terlebih dahulu membuka diri, meminta saran, atau pertolongan. Dan jika sudah seperti itu, orang ISFJ tentu saja akan membuka tangan mereka lebar-lebar untuk membantu atau sekedar mendengarkan.

9. Orang ISFJ sangat bertanggung jawab. Mereka selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik dalam memenuhi kewajiban mereka. Itulah sebabnya banyak orang yang mengandalkan orang ISFJ. Karena selalu ingin melakukan yang terbaik untuk orang lain, seringkali orang ISFJ ini tidak bisa atau sulit untuk menolak. Mereka seringkali mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan diri sendiri. Kadang mereka rela merasa repot atau susah hanya demi orang lain. Kecenderungan tersebut sebenarnya muncul karena orang ISFJ ingin hubungannya dengan orang lain tetap baik, tidak ada konflik. Mungkin bisa dibilang orang ISFJ ini ngalahan kali ya.
Kadang justru ini jeleknya orang ISFJ. Seharusnya orang ISFJ juga belajar untuk memprioritaskan kebutuhan dan kebahagiaan mereka juga, sehingga tidak capek karena terus-terusan berkorban untuk orang lain.

10. Orang ISFJ butuh positive feedback dari orang lain. Yak ini, aku alami banget lah. Mereka susah untuk dikritik jelek. Kritikan yang jelek akan membuat mereka down, bahkan depresi. Dan alih-alih menyerang orang lain yang mengkritik mereka, orang ISFJ justru menyerang diri sendiri. Mereka akan menyalahkan diri sendiri, merasa gagal dan tidak becus dalam melakukan sesuatu.:((

11. Yah intinya, kalau baik2nya sih, orang ISFJ itu orang yang hangat, murah hati, dan dapat diandalkan. Mereka ingin terus menerus memberi untuk orang lain. Mereka punya kemampuan untuk mengendalikan sesuatu agar berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Kemudian sebaiknya, jika ingin mengritik mereka, ya kritiklah sewajarnya, pelan-pelan, jangan terlalu frontal, agar mereka tidak down atau depresi. Dan karena mereka selalu hangat dan penuh cinta, maka mereka juga ingin diperlakukan dengan hangat dan penuh cinta pula.

So, sepertinya sudah banyak info tentang tipe personality ISFJ. Bagi kalian yang ISFJ juga, cheers deh! :D Anyway, kita dapet sebutan The Nurturer lhoh! :P
Buat yang belum tahu tipe personality-nya, apa bisa kunjungi link yang aku beri tadi dan jawab beberapa pertanyaan untuk mengetahui hasilnya. See you, have a nice day!

Minggu, 16 Juni 2013

Weekend

Weekend ini lumayan bikin gelisah kawan. Kamis Jumat aku gak masuk kantor sebab sesuatu. Sesuatunya itu adalah, hari kamis aku bantuin Sita jadi notulen di acara sebuah workshop kearsipan dan kesenian yang diselenggarakan JABN. Cuman hari kamis doang. Tapi dampak dari kegiatan itu lumayan juga. Jumat aku jadi harus ijin gak masuk kerja lagi. Dan si mas bos minta artikelnya diganti, maksudnya, artikelnya tetep dikerjain di rumah. Padahal hari Jumat aku masih harus bergelut dengan notulensi yang sak ndayak tekruk. Buanyak sekawli. Kuceritakan saja kronologisnya yah.

Kamis pagi sekitar jam 9, aku dijemput Sita untuk berangkat ke Hotel Duta Garden, di daerah Timuran. Hotelnya bagus sekali, homy banget! Hambok yakin! Yah, nanti digugling aja kalu penasaran. Trus coffee break dulu. Pelayan hotelnyanya bapak-bapak ganteng, baik banget. Bikinin pancake buat panitia, dan kami-kami yang bareng panitia. Hihi. FYI, panitianya ini dari IVAA. Teman Sita, Umi yang kerja di IVAA sebenernya minta tolong Sita dan Fafa (teman Sita di Sadhar) untuk jadi notulen. Tapi berhubung Fafa gak bisa, Sita lalu minta tolong aku. Trus sekitar jam setengah sebelas gitu acara baru mulai. Singkat cerita, aku dan Sita dipecah dalam dua ruangan berbeda. Aku menjadi notulen bagian perbaikan proposal dan anggaran, Sita di bagian diskusi kebutuhan arsip. Dan ternyata, jadi notulen itu gak gampang. Bayangkan, semua pembicaran yang muncul harus ditulis. Bahkan kami harus nulis sesuai yang diomongin, gak boleh pake bahasa kami sendiri atau ditulis pokok pembicaraannya. Masalah kecepatan jari sudah pasti sangat dibutuhkan. Daya ingat? Sudah pasti juga sangat dibutuhkan. Nah, tentu saja hampir mustahil kalau kami akan bisa mencatat semua tanpa bantuan recorder. Makanya, kemudian aku membawa recorder dan merekamnya. Jujur, aku kewalahan, terutama untuk mengingat kalimat yang mereka ucapkan dengan begitu cepat. Percakapan atau dialog yang dilakukan beberapa orang. Jadi macam nulis script gitu deh. Awal-awal konsentrasi masih oke. Satu jam kemudian mulai banyak typo, mulai ketinggalan banyak percakapan. Mulai lupa apa tadi kalimatnya yang diucapin. Dan seterusnya. Sedihnya pula, khusus tempatku, perbaikan proposal dan anggaran acaranya molor dua jam. Jadi harusnya selesai jam 4an, baru selesai jam 7. Bisa dibayangkan bagaimana rasanya? Hmm.. gausa dibayangkan kalo gitu.

Capek badannya mungkin gak terlalu. Tapi rasa kaki ampun-ampunan. Duduk berjam-jam dari jam 11 siang sampai jam 7 malam. Mantengin leptop, ngetik-ngetik. Istirahat cuman sebentar buat makan, setengah jam-an, lalu balik ke acara. Sampai kontrakan langsung tepar, lapar pula, maag kambuh, karena gak dapet makan malam di hotel. Yaiyalah, agendanya kan sore harusnya kelar. Sita pun harus nunggu aku, karena diskusi yang di tempatnya uda kelar. Huhuhu. Tapi seru juga sih, dapet banyak pengalaman, dan dapet banyak wawasan dari acara ini, ketemu banyak orang keren yang proposalnya terpilih dalam acara Hibah KARYA! Rasanya iri sama mereka para peserta yang keren2 banget. Prestasinya banyak, pinter, talented, kece2, berani, dsb. Kebanyakan masih muda, tapi uda bisa membuat karya2 dan acara yang luar biasa. Lha aku? Hmm..Tapi untungnya tiap ingat kata mamah bahwa, setiap orang yang diciptakan punya keistimewaannya sendiri dan jalannya juga berbeda-beda membuat aku jadi sedikit terhibur. Membuat iri hatiku kemudian hilang tergantikan dengan rasa kagum. 

Hari Jumatnya, aku bangun pagi dan langsung menyalakan leptop. Membenahi notulensi sambil dengerin hasil rekaman di recorder. Itu pun butuh waktu berjam-jam. Gak berasa sampai jam 3an. Pantat rasanya panas banget karena duduk seharian mantengin leptop di kamar. Otaknya rasanya budrek. Geleng-geleng juga sama Sita yang 3 hari full dan berturut2 jadi notulen. Anak itu emang gak ada matinye. Aku yang sehari aja uda gak karuan. Ini kalau gak dibayar, ogah banget dah. Hahaha. Kesel banget je! Terus, berhubung, rekamanku gak lengkap, dan aku bersyukur juga karena recorderku waktu itu abis baterai. Jadi rekamannya kepotong. Jumat sore sampai malamnya aku bisa istirahat deh.

Sabtunya, hari yang kuharap bisa menjadi hari yang tenang dan santai, hanyalah sebuah angan dan impian belaka. Aku harus bangun pagi, jogging sama Ana, nyuci baju, nyetrika, trus nambalin ban sama nyuciin si Minthi. Pulang-pulang bukannya mandi lalu ngeposting artikel kerjaan, malah nguantuk buanget. Trus tidur. Bangun gara-gara sms Ana ngajak makan siang. Baru deh mandi. Habis makan siang, bukannya ngerjain kerjaan, malah nonton Indonesia open, sambil tidur-tiduran. Badan rasanya masih lemes, dan ngantuk terus. Abis itu malah ke Sande bentar ngasi duit urunan. Nah, abis dari Sande, sambil lihat ganda putra bertanding, baru deh bikin kerjaan. Malam mingguku absurd banget nih pokoknya. 

Kerjaan notulensi belum kelar, masih nunggu rekaman dikirim. Honor notulensi juga belum dikasi, nunggu hasil notulensinya komplit. "Hahu" kalau kata Sita. Hahaha. Kemudian malah pada cerita horor tentang 'penunggu kontrakan' yang bikin gak bisa tidur saking takutnya. Hahu banget lah!

Eh tapi btw, semalam aku sempat melakukan sesi pemotretan dan edit2 foto lho. Rada geje bin absurd sih. Buat ngebuang stress aja sebenernya dan karna sepi gitu sempet beberapa jam ditinggal sendiri sama anak-anak kontrakan. Rada narsis juga sih ini, dan jerawatnya itu lho gak nguatin. ekekeke. Tapi ya, buat seru-seruan aja kali yah, sambil nunggu rekaman lanjutan, dan sambil siap-siap kerja rodi lagi hari ini. Check this out! *hihi jadi mayu

Cinema and Hue


Cinema plus Vignetting


Illusion

Paint 

BW

Rabu, 12 Juni 2013

Si Uniph ultah

Temen maenku kemarin tgl 10 ultah tuip. Entah sejak kapan aku jadi suka ngado orang yang sedang berulang tahun dengan sketsa wajah. Tapi yang jelas suka aja liat berbagai macam expresi dan reaksi orang yang kubuat sketsa wajahnya. Ada yang gak terima, ada yang seneng banget,  ada yang muji2, maki2, nagih, ada yang jatuh cinta *eh ,macem2 deh pokoknya. Dan itu menurutku seru. Ikut bahagia juga pasti kalau mereka ngerasa bahagia karena gambar yang kubuat. Perasaan lain yang aneh juga seringkali muncul ketika aku akan memulai menggambar. Perasaan bahwa aku akan gagal membuat sketsa yang mirip dengan foto atau objek aslinnya. Perasaan pesimis. Tapi hasilnya seringkali justru membuat aku ingin terus menggambar lagi dan lagi, menggambar siapapun. Terlebih orang terdekat. Karena pasti melibatkan emosi ketika menggambar seseorang yang kita kenal.

Ah malah kemana-mana. Pokoknya Selamat ya Uniph. Semoga lebih dewasa, lebih sensitif, cepet lulus, tetap jadi icebreaker, gahol, asik, tetap menghibur, tetap easy going, tetap cinta damai, dan tetap berhati nyaman. *uopoh.  God bless yah!

Minggu, 09 Juni 2013

Senyum

Rada lebay sebenarnya kalau ngomong tentang perasaan kesepian, ketika sedang sendiri. Merasa gak ada yang sayang, ketika sedang patah hati. Ngerasa down dan gak berguna, ketika gagal memperoleh sesuatu atau membahagiakan orang lain. Tapi aku yakin, semua orang pasti pernah merasakannya. Dan berpikiran positif, serta mengingat  segala sesuatu yang baik yang pernah kita alami adalah obatnya. Itu yang aku lakukan ketika merasakan perasaan-perasaan tidak mengenakkan tadi.

Hari ini, meskipun aku sedang berbahagia, aku mau mengabadikan beberapa jejak kenangan yang mungkin bisa menjadi obat jika perasaan buruk sedang datang berkunjung. Meskipun hanya beberapa jejak kenangan yang tentu saja telah lewat, tapi di situlah justru kekuatannya. Kita akan tersenyum kapanpun mengingatnya, membacanya.

So, ini beberapa tulisan dari orang2 spesial yang ingin kuabadikan. Yang sampai kapanpun akan berhasil membuat aku tersenyum lebar. :))

http://kadangdalamhidup.blogspot.com/2013/01/anugerah-dari-langit.html

http://enysusilowati.tumblr.com/post/15610095186/wajah-baru-yovi


http://ronshadow.blogspot.com/2011/07/gombalku.html


Trims ya buat kenangan manis yang sudah kalian abadikan dalam sebuah tulisan. Love you all.. <3 p="">

Rabu, 29 Mei 2013

Kehilangan

Aku kehilangan aku. Aku kehilangan banyak hal.
Aku kehilangan kebiasaan watsap, dan chat geje, absurd, gak penting.
Aku kehilangan kebiasaan cerita ngalor ngidul, dari kerjaan sampai gossip, dari yang remeh temeh sampai serius. Aku kehilangan kebiasaan nonton tv dan ngomentarin apa aja yang muncul di tv atau dimana pun. Aku kehilangan kebiasaan berbagi banyak film, membahasnya seusai nonton, atau menontonnya sampai tertidur. Aku kehilangan suara motor dibleyer2 di depan kontrakan, dan suap-suapan saat makan. Aku kehilangan komentar2 tentang napsu makanku, mutalku, kepoku, malasku, gilaku, spontanku, kemayuku, narsisku, dan gejeku gejeku. Aku kehilangan tangan hangat yang kekar dan bertatto yang gemar kuciumi dan kubelai, yang gemar memukul nakal pantatku, menggosok perut atau punggungku saat masuk angin, memijitku, dan yang sering manarikku ke dalam sebuah pelukan. Aku kehilangan sikap angkuh, lucu, kekanakan, manja, mesra, tegas, dan kharismatik. Aku kehilangan ritual makan malam bersama, masak bersama, belanja bersama, jalan bersama, main musik bersama. Aku kehilangan pertanyaan paling nyebelin sedunia yang bikin aku ingin menjambak2 rambut,”Paham gak e Iop?”. Aku kehilangan kebiasaan menertawakan hal2 kecil bersama. Aku kehilangan perang dingin dan berpelukan sesudah baikan. Aku kehilangan kebiasaan mengunjungi tempat makan enak baru, dan jajan ini itu. Aku kehilangan dengkur lembut ketika tidur. Aku kehilangan protes yang datang ketika aku minta dicium berkali2, tapi selalu ada ciuman yang menyusul sesudahnya. Aku kehilangan kata-kata atos. Aku kehilangan kebiasaan dikepoin. Aku kehilangan kebiasaan memainkan bulu kaki, membersihkan komedo atau ketombe. Aku kehilangan kebiasaan memijat, menggosok punggung dan perut dengan minyak kayu putih, ketika ada yang mengeluh begah, mriang, masuk angin, dll. Aku kehilangan kebiasaan mengusapi wajah yang lengkap dengan kumis tipis dan jenggot ketika sedang tidur. Aku kehilangan jargon,” Suter is… Iop”. Aku kehilangan genggaman tangan, cium gemas maupun mesra. Aku kehilangan logat singkek,”Ndak isa, tacik e…”. Aku kehilangan nasehat-nasehat bijak yang muncul ketika aku galau. Aku kehilangan kebiasaan mengagetkanku tentang apapun. Aku kehilangan kebiasaan usil. Aku kehilangan perhatian-perhatian kecil. Aku kehilangan perintah agar aku mandi. Aku kehilangan kebiasaan bermain game bersama, atau hanya menonton seseorang bermain game. Aku kehilangan tong sampahku, pelarianku ketika lelah, bĂŞte, sakit, dan kesepian. Aku kehilangan sentuhan-sentuhan manis di manapun berada. Aku kehilangan tawa renyah, mata lincah, bibir indah. Aku kehilangan partner berdebat. Aku kehilangan tulisan romantis di blog. Aku kehilangan dorongan dan semangat yag sering diberikan ketika aku down. Aku kehilangan performance aduhai yang 3 tahunan ini kugilai. Aku kehilangan rainslasher yang sering mengajakku menerjang hujan. Aku kehilangan punggung dan dada bidang yang hangat dan ngangeni. Aku kehilangan khawatir2 yang sering muncul ketika aku sakit, ada masalah, atau apapun. Aku kehilangan kebiasaan  rambutku diacak-acak, ketombeku dibersihkan, rambut pusingku dicabuti. Aku kehilangan kebiasaan mendengarkan lagu atau berdansa bersama. Aku kehilangan kebiasaan merancang masa depan dan bermimpi bersama. Aku kehilangan cemburu-cemburu kecil yang seringkali membuatku berbunga-bunga. Aku kehilangan ritual nonton pertandingan timnas bersama. Aku kehilangan pelajaran2 baru yang akan selalu muncul. Aku kehilangan rumah kesayanganku. Terlalu banyak yang hilang yah ternyata. Dan entah kapan dan dimana bisa kutemukan. 

Senin, 08 April 2013

Hi Gamer!

Just some pictures about you while playing game. Sometimes, I enjoy just watching this scene. Welcome home, dear Gamer! :3




Selasa, 05 Februari 2013

Langit Jogja dari Nakko darimu

Kenalkan, namanya Nakko (Nikon Coolpix L810), teman baru Nikko (Nikon FM10-ku) dia merupakan kado ultah yang sempat kuceritakan di postingan sebelumnya. Yang memberi nama pun Sang pemberi kado. :) Sudah lama aku ingin kamera poket agar bisa dibawa kemana-mana. Sempet naksir mirrorless-nya Olympus, karna sudah SLR dan ukurannya yang mini. Tapi harganya lumayan juga. Dan waktu kamu kasih Nakko, aku suka! karena bentuknya yg mirip olympus, walau belum SLR. Makasi yah Mi :* Oke, anyway, sudah kupakai beberapa kali motret, walau masih sedikit, dan belum kemana-mana. Nah, ini aku mau bagi sedikit keindahan langit Jogja tanggal 31 Januari yang diambil oleh Nakko di atas kontrakanku. Dengan sedikit finishing touch editan. Gapapa lah yaaa ;) Enjoy..







Kamis, 20 Desember 2012

Scrap Book 2012

Jogja Blues Explotion, @Jogja Nasional Museum, 1 Desember 2012. Kiri-kanan: Mas Gondrong, Mia, Aku Mbak Jo, Nael, Bintang, Mas Gigih. Sebelum manggung dengan very nice performance. :))


Yudisium. Rabu 24 Oktober 2012. @Ruang sidang Fakultas Filsafat UGM. Kelaperan, gak dapet makan blas! Kiri-kanan:Dian, Pipit, Aku, Lusi, Kemi.


Wisudaan Rektorat. @Graha Saba Pramana UGM. Boring mampus dah ah!

Foto Depan Tugu Filsafat. *Ritual abis wisuda paling penting sedunia :b

Pasangan Berbahagia. :")
"Duo Kece"- Aku dan Minthi


Nyobain kamera depan HP baru di tempat kerja. *Selo

Soft Opening Kedai Kopi milik kawan "Philokopie". 12-12-12. Kiri- Kanan: Annas, Gigi, Ndud, Aku

Ultah ke-16 SANDE MONINK di Liquid Cafe. Kiri-kanan: Lusi, Yuke, Sita, Ve, Aku, Ana. Berasa kek acara sweet seventeenan, dandan cakep2 banget. Padahal acara musik rock. :p