Rabu, 30 September 2009

ahh... lagi-lagi...

aku melepas-nya dengan ledakan-ledakan yang bahkan tak dapat kukendalikan, dengan buncahan-buncahan dan kegaduhan yang tanpa aturan. [sejak kapan kegaduhan memakai aturan? haha!]
lega dan rela.
mana ucapan selamatnya?? hha.
tak ada emosi apalagi birahi
sudah cukup sepertinya permainan hati kami
hanya beberapa kata canda yang terselip sedikit rindu.
rindu yang dulu..
ahh, lagi-lagi...

sukses besar menaklukkan malam

bersama orang-orang terkasih. terhitung dari pukul 20.00 sampai 05.00. ya! itulah rekor yang bisa kupecahkan, yaaah, walaupun dulu, aku sempat lebih hebat daripada itu. karna sampai jam 6 pagi aku tidak tidur, [tapi setelah itu tidur sampai mampus kayaknya, hakakaka]. tapi yang hebat kali ini, aku hanya tidur satu setengah jam kurang, dan paginya bisa ke kampus dalam keadaan [cukup] fresh. bahkan ada yang bilang aku terlihat cantik hari ini. wahahaha, gak tahu aja dia badanku udah remuk redam gini. aku bangga pada diriku yang sekarang. karena sekarang aku bisa mengandalikan diriku sendiri dengan mind set yang kubuat, dan baru-baru ini saja muncul. fyi, aku sering sangat mengantuk dan tidak memerhatikan dosen waktu kuliah, aku sering susah berkonsentrasi dan tidak fokus, aku sering susah mengendalikan diri dan emosi.

oke, kembali ke tema awal. kemarin 3 orang gadis mahapena [gadis?], sebuah mapala dari jember main ke jogja. dan begitulah mapala, memiliki tali persaudaraan yang erat. kami menjadi tuan rumah dan menjamu mereka ketika tiba di jogja. kira-kira pukul delapanan malam kami berdelapanbelas seingatku, termasuk 3 gadis mahapena, pergi keliling jogja. gak keliling-keliling banget sebenaranya. cuman ke beberapa tempat asik di jogja. semata-mata untuk menemani tamu kami itu berjalan-jalan. ke malioboro, ke alkid, ke tugu, baru setelah itu ke kampus.

yang menarik, justru dalam kesempatan itu, kami yang tergabung dalam pantarhei menjadi lebih dekat dan akrab. hehehe, bagus juga ada tamu dari mahapena. dan kesempatan seperti itu mungkin jarang kutemukan. mungkin yang lain sudah sering menemukannya, eheheh.

yang paling berkesan, justru, menurutku, adalah saat dimana aku bisa menaklukkan malam, mungkin untuk kesekian kalinya, walaupun masih bisa dihitung dengan jari juga. yang paling berkesan lagi, adalah, setiap usaha dan kegiatan apa saja yang kulakukan tiap menit dalam rangka menaklukkan malam tadi. dan yang paling paling berkesan! [gamau kalah banget] lagi! adalah! bersama siapa aku berhasil[ untuk kesekian kalinya] menaklukkan malam?

oke! malam itu kuhabiskan dengan ngobrol ngalor ngidul dengan orang-orang yang sekarang bisa disebut 'tersayang'. karna aku menyayangi mereka. tertawa, bergurau, mengejek, mengartikan setiap simbol, tatapan, sindiran, tawa nyinyir, dan intonasi yang sedikit nyeleneh menurutku. hahaha. lalu bernyanyi-nyanyi dalam ruang sande monink yang direnovasi ulang. dan mulai membunuh kantuk dengan berburu buah matoa dan berbincang sampai pagi. ambooyyy, kusarankan, jangan sering-sering kalian melakukan kebiasaan yang kulakukan ini. kenapa? karena, menurutku, kenikmatan akan sesuatu akan semakin berkurang jika selalu kita penuhi. ya! itu sesuai dengan salah satu hukum ekonomi tentang pencapaian kepuasaan dalam pemenuhan kebutuhan. seingatku, kalau tidak salah. hehehe

dan aku mencintai beberapa bagian, sketsa, cuplikan kejadian semalam. bersama orang-orang tersayang. yang membuat jogjaku seringkali berhati [sangat] nyaman. love them so damn much!

Senin, 14 September 2009

hidup adalah

hidup adalah sekiumpulan peristiwa, yang sudah, yang sedang, dan yang akan terjadi.

hidup adalah kenangan. kenangan indah yang harus terus diingat dan kenangan pahit yang tidak harus dilupakan, namun sebaiknya dijadikan pelajaran.

hidup adalah hidup. sesuatu yang bertumbuh, bernafas, terus bergerak, dan berkembang biak.

hidup adalah perjalanan indah. maka, jalanilah.. dengan segenap jiwa tentu saja!

Jumat, 11 September 2009

mendadak sup buah

sudah kira-kira dua minggu umat muslim di dunia menunaikan ibadah puasa. aihh, ternyata nikmat sekali bisa ikut merasakan berpuasa bersama teman-teman dan orang terkasih. FYI, aku adalah seorang nasrani. dari kecil aku tak pernah erasakan yang namanya puasa. jangankan puasa, telat makan bentar aja sudah pusing, dan nyeri di perut, dan maag kambuh. baru, sekitar setahun yang lalu, semenjak aku kuliah di jogja dan ngekos, aku ikut berpuasa. awalnya aku hanya mau memraktekkan pelajaran PPKn zaman SD BAB "Toleransi Umat Beragama" hahaha. karna teman sekamarku seorang muslim, dan sangatlah tidak menyenangkan jika dia harus sahur dan berbuka sendiri. jadi, begitulah awal mula aku mulai belajar dan mampu berpuasa.

setiap pagi aku ikut menemaninya sahur, kadang membangunkannya juga, kalau kawanku itu belum bangun juga. terkadang, jika sampai kampus gak kuat dan gak tahan godaan, aku membatalkan puasa. hahaha, dasar! tapi maklumlah,kan masih belajaaar. tapi akhirnya sempat beberapa kali aku berhasil puasa penuh, sampai lemes-lemes gitu. tapi benarlah, puasa memang nikmat.
Tapi itu dulu...
sekarang aku sudah mampu berpuasa penuh dengan sangat baik dan sukses besar. bahkan alasanku pun berubah. aku berpuasa karna aku ingin berpuasa. FYI, aku sudah tinggal sekamar sendiri sejak Mei kemarin. awalnya aku selalu bangun jam tiga pagi dan sahur sendiri. niat banget khan?? tapi sekarang aku punya teman untuk bersahur bersama, karna seminggu ini seorang sahabat menginap di kosanku. di kampus juga benar-benar tahan godaan, yaaah.. walaupun seringkali ngomong laper dan lemes banget. tapi hampir setiap hari aku puasa. hanya pas gak sahur aja aku gak puasa, itu pun cuman beberapa kali.

suatu hari, ketika kami [aku dan sahabatku yang menginap tadi] masih menjalankan ibadah puasa,kami membuat rencana untuk berbuka puasa bersama dengan menu kesukaan, sup buah pakai durian di dekat gerbang kampus. memang di bulan puasa ini, jika hari sudah mulai sore-sore gitu, jalanan, apalagi daerah sekitar kampus pasti ramai dipadati para penjual makanan dan es.

di kosan aku sudah menunggu waktu berbuka dan menunggu temanku yang sedang ada acara rapat di kampusnya. lumayan juga nungguinnya, sampai adzan dan sahabatku itu belum datang juga. sampai akhirnya dia datang, dan kami segera menuju ke target operandi. hash.
kami memilih tempat yang lighting dan suasananya oke. dan akhirnya kami memutuskan untuk membeli dan nongkrong di tempat sup buah di bawah sebuah baliho besar.
pertama, mengapa kami memutuskan membeli di tempat itu, karena ngeliat buah durian yang digantungin di gerobak. izh izh izh.. mantap banget kayaknya.
tapi setelah duduk di hamparan tikar, jiah, aku mendadak punya perasaan yang gak enak. kesannya gak meyakinkan gitu sup buahnya.
dan benar saja. pertama kali setelah disajikan, aku langsung mencari letak keberadaan si buah durian yang kuidam-idamkan. my gosh! masa gak ada dagingnya, cuman biji durian yang ada sisa-sisa dagingnya dikit n tipis banget. hurg! marmos!
potongan-potongan buahnya juga gak niat banget, besar-besar dan gak teratur. dan kuperkirakan, buah-buahnya juga gak terlalu segar. ya ampuuunn.. kesabaranku benar-benar sedang diuji sepertinya. yang lucu, sewaktu kami sedang bersantap, aku membaca tulisan "Es kunir dan Gulas" di balik grobak.ahahaha, begitulah para penjual yang pandai membaca peluang di saat-saat penuh rahmat ini.

waktu sudah selesai menikmati sup buah tadi dengan setengah hati, kami pergi membayar, dan ternyata,sup buah pakai durian yang biasa dijual dengan harga Rp 7000 ini dijual dengan harga Rp 8000. harrgghh! bukan masalah seribunya, tapi kekecewaan kami terhadap menu yang harus dibayar.
tapi biarlah, toh bulan ini bulan yang penuh berkat dan ampunan khan??
hehehe, bagi umat musim di seluruh dunia, selamat menunaikan ibadah puasa kawan!!! happy fast!!

sebuah siang di kantin fakultas [9 agustus'09]

empat gadis dalam satu meja. tak lama kemudian menjadi empat gadis dan satu pria dalam satu meja. Pria itu duduk di hadapan gadis berambut ikal yang sedang sibuk mengalihkan perhatiannya, namun gagal. mengaduk-aduk air teh yang tinggal sedikit pada sebuah gelas lalu menyendoki dan memindahkan air teh itu ke sebuah mangkuk bekas mie instant yang telah habis disantap.
sesekali si gadis berambut ikal memerhatikan pria yang duduk di hadapannya. pria dengan kerut-kerut dan garis-garis sekitar mata yang muncul prematur, mata sayu kurang tidur, bibir gelap terlalu banyak merokok, semua, dari bahu ke atas diperhatikannya.
tak beberapa lama gadis itu pergi, meninggalkan tiga gadis yang lain dan satu pria yang masih dalam satu meja.
ia pergi dengan satu kalimat, beberapa keprihatinan dan sepenggal kepedihan akan pemandangan di hadapannya tadi, di sebuah siang, di kantin fakultas

Rabu, 09 September 2009

4 bait untuk orang-orang terkasih

Mas moka, pria manis berwajah lebih muda dari usianya.
memang baru kukenal kau sebagai seniorku di sebuah organisasi mapala.
namun sejak di siung, aku jadi mengenal pribadimu lebih jauh, dari banyak cerita, dan curhatanmu [menurutku].
Pria yang penuh dengan kamuflase. begitu katamu. karna kau tak suka dengan sebutan jaim, munafik, gengsian, dan sebagainya. hahaha
pria yang selalu tampil dengan sejuta kreativitasnya.
ah.. kau tetaplah pria menarik tanpa sebuah paham bernama romantisme.


Toha pratama, kawanku yang berhati bening.
kawan, maafkan aku jika aku tak tahu bahwa kau seorang yatim sejak TK. Dan bahkan, yang membuatku sangat terenyuh, sampai saat ini kau tak tahu kemana ayahmu pergi.
aku hanya merasa, kau adalah lelaki yang seringkali kurang melelaki. maafkan aku sungguh. kini aku tahu sebabnya.
tapi, terlepas dari itu, aku tahu persis betapa tulusnya hatimu.
aku sering iri saat melihat kepolosanmu dan keindahan hatimu. kenapa aku tak memilikinya.
Toha, aku akan selalu berdoa untukmu. dan jangan khawatir kawan, Dia tahu persis sebening apa hatimu.

Yudhis, lelaki yang berkali-kali ingin kubaca dan [mungkin] sebagian telah terbaca.
mungkin sepekan yang lalu, sejak perbincangan kita di sebuah kedai, kita sedikit lebih dekat. beberapa kali kau menelfonku, kadangkala mengantarkanku pulang.
yang terbaca olehku, begitulah kau dhis, lelaki Aceh yang tak suka basa-basi, yang selalu apa adanya dan seringkali berbicara kasar.
Tapi kau baik. Terutama saat kau hanya diam ketika aku sedang bete dan terus-menerus memukuli punggungmu. dan kau hanya bertanya "kenapa kok bete?"
seringkali kau mengejekku, berkata kasar, dan bertingkah menyebalkan.
namun, kini kutahu, itu hanya lapisan luar dan pembawaanmu saja. kau tetaplah lelaki 'manis' yang penyayang dan sedikit manja. hahaha. benarkah?

[3 bait yang kutulis setelah berbuka puasa sendirian di kamar kos, 8 Setember'09]



untuk sahabatku Sita,
gadis yang kata pacarnya manis [hhe.
menurutku... menarik. lebih suka aku menilaimu tidak dari firik.
tadi itu hanya prolog.
hanya ingin mengucapkan segudang trims karna telah begitu baik dan sabar menjadi tong sampah dan sahabatku.
boleh kau bilang ini terlalu sentimental, tapi itu sangat berarti kawan. semuanya.
terutama saat aku dalam keadaan begitu menyedihkan ketika patah hati.
kau baik dan berbahagialah untuk itu, untuk semua yang kau punya juga.
trims lagi kawa. ceriamu trus mewarnai dunia.

[saat kuliah umum tentang terorisme dengan pembicara Hendropriyono, 25 agustus'09]

Senin, 07 September 2009

Pantai Siung, idaman para 'climber'

sabtu yang lalu, tanggal 5 September 2009, aku gagal menunaikan ibadah puasa dan rencanaku untuk pulang ke semarang. astagaaaa, padahal betapa rindu aku untuk pulang dan bertemu mamah gajahku, kakakku yang rada 'aneh' [ahahah], adekku yang 'huah!'. dan papahku. eheheh.

awalnya, sebelum berencana pulang ke semarang, aku sudah pengen banget pergi ke sebuah pantai yang katanya indah dan mengasyikkan bagi para pemanjat. pantai siung namanya. tapi karena beberapa alasan, aku tak jadi berangkat, dan kuputuskan untuk pulang ke semarang. tapi jumat malamnya, seorang teman meyakinkanku dan membuatku membatalkan rencana pergi ke semarang. aku langsung sms ke bebrapa orang yang telah kujanjikan kepulanganku. maaf yah mah, pah, kak yoga.

sabtu pagi, kira-kira jam setengah sepuluhan kami berkumpul di sekre panta rhei. aku, kemolo [ragil], mayas [abah], domble [yudhis], mas moka, blondy [yosef], toha, jemet [randy], kami berdelapan dengan 4 motor siap berangkat ke siung. fyi, i'm the only female. ahaiiy. sudah kunantikan ini sejak lama. perjalanan begitu panjang dan cukup melelahkan. berangkat pukul stengah sebelasan dan tiba di siung pukul setengah tiga. alamaaaak, lama nian ya?? terlalu sering berhenti dan beristirahat sepertinya. tapi sesampainya di sana, terbayarlah sudah perjalanan panjang dan melelahkan tadi.

tibalah kami di siung! pantai berjuta tebing yang menjadi idaman para pemanjat. dan itulah kawan-kawan yang bersamaku, mereka rata-rata para pemanjat. pantainya tak begitu luas seperti kebanyakan pantai. tidak terhampar luas, karena diapit tebing dan batu-batu besar. pasirnya tidak lembut, besar-besar, namun tetap bersih dan bersinar saat terkena sinar matahari. ombaknya saat itu cukup besar untuk ukuran pantai kecil yang masih sore. namun tidak terlalu berbahaya jika ingin berenang di pinggiran pantainya. pantai ini tipikal pantai yang elegan dan eksklusif menurutku. hanya kalangan tertentu saja yang datang kemari. entah karena tempatnya yang terlalu jauh dan sedikit terpencil, atau karna terlalu kecil untuk ukuran pantai. tapi entahlah, indah dan memang indah. dan tentu saja, bagi kalian yang mengaku para 'climber sejati' namun belum pernah ke siung, pastilah sangat disayangkan.

beberapa dari kami mulai berganti celana, memakai sun block, dan mulai berlari ke pantai siung yang elok itu. sudah tidak terlalu panas, karena hari sudah mulai sore. akan kusertakan fotonya nanti di postingan yang berbeda. airnya benar-benar bersih, masih banyak tumbuh-tumbahan pantai yang hijau yang hidup di bibir pantai. di sela-sela batu yang besar, yang terletak dibeberapa tempat, terdapat cekungan-cekungan cukup dalam yang seringkali kami sebut dengan 'bath tub', kenapa disebut 'bath tub'? karena cekungan itu sangat asyik untuk dipakai berendam saat pantai sedang surut. amboooyyy... aku cinta pantai. dan tak banyak pengunjung pantai waktu itu. hanya kebanyakan para pemanjat yang sudah siap menuju jejeran tebing untuk mulai menaklukannya dan beradu skill. hmmm.. andaikan aku sepandai mereka. hahaha.

setelah cukup puas bermain air dan ombak, kami berdelapan menuju deretan tebing yang sudah dibagi-bagi menjadi beberapa blok untuk boulderan. boulderan itu adalah kegiatan memanjat tebing atau wall yang ukurannya lebih kecil dan rendah. dan kami para pemanjat boulder tak pernah menggunakan perlengkapan lengkap seperti tali statis, carabiner, runner, figure eight, dll untuk memanjat. kami hanya perlu menggunakan sepatu panjat dan biasa disebut cokbek [aku tak tahu bagaimana tulisannya. cokbek adalah temapat untuk Mg [magnesium]. Mg berguna untuk menjaga agar telapak tangan tetap kering dan tidak licin ketika kita menyentuh point atau tebing, biasanya cokbek diikatkan di pinggang agar lebih mudah diambil saat sedang memanjat.. bentuknya seperti tepung, serbuk berwarna putih.

aku hanya memerhatikan teman-temanku yang notabene para pemanjat-pemanjat yang... yaaahh, bisa dibilang cukup handal [hahaha] yang sedang asyik boulderan. ada yang sampai mengumpat-umpat karena belum berhasil juga menembus rute pointnya, ada yang ketawa-ketiwi mengejek-ejek yang masih belum bisa secara dia udah berhasil, ada yang meringis kesakitan karena tangannya luka waktu memegang tebing. macem-macem lah pokoknya. sesekali aku mengambil gambar mereka, atau gak, jalan-jalan dan foto-foto sendiri. yang jelas, pemandangan di sana sangat memanjakan mata dan pikiran. hhmmm... siung, sejak saat itu, kau sukses besar mengambil seluruh konsentrasiku. ahaaiiy

sekitar pukul lima sore, kami memutuskan untuk menyelesaikan acara boulderan di hari itu. karena acara selanjutnya yang harus kami ikuti [jiah!] adalah mandi ombak dan mendirikan tenda! ya! kami mendirikan tenda tidak jauh dari bibir pantai. biar tetep dapet suasana pantai yang indah nian tak terperi. heheheh. dua orang temanku tadinya berusaha menceburkanku ke air pantai yang mulai pasang karena malam itu adalah malam bulan purnama. tapi mereka mengurungkan niat dengan wajah cukup kecewa setelah aku bilang kalau aku lagi datang bulan. khan gak lucu kalau air laut nanti berubah jadi merah. ahahahah. bisa aja aku ini [hash!]

setelah tenda berdiri, kami mulai memasukkan barang-barang ke tenda. dan mulai mempersiapkan menu makan malam dan berbuka puasa, bagi yang berpuasa tentunya. hanya dua orang sebenarnya yang puasa. ihihi. menu malam itu dibuka dengan roti basah sobek dengan berbagai varian rasa. aku mengambil dua bagian rasa yang berbeda, durian dan coklat. entah kenapa, roti yang standar itu jadi terasa nikmat gak ketulungan saat dimakan bersama dengan teman-teman, ditemani semilir angin pantai yang mataharinya mulai bersiap untuk menenggelamkan diri. aih, indahnya hidup ini. God Almighty! menu selanjutnya adalah rempeyek kacang dan keripik pisang yang menjadi pengganjal perut sembari kami memasak nasi dan mie instan. saat itu hari telah gelap. dan kami semua mulai dengan kesibukan masing-masing. ada yang sibuk memasak, ada yang sibuk mencari kayu bakar dan mulai membuat api unggun, ada yang sibuk ngemil [hhe], ada yang sibuk nggangguin yang lain yang lagi sibuk dan sibuknya lebih penting, yang jelas semuanya sibuk dengan kesibukan masing-masing.[kali ini aku gak mau bertanya ada berapa kata sibuk pada kalimat tadi. jadi tenang saja. hehehe]

makan malam sudah siap! asik-asik! semua yang sedang sibuk tadi, dengan sekejap mata langsung menuju ke sasaran empuk yang telah telah dinanti-nanti sedari sore, bahkan mungkin siang tadi. tapi, sangat disesalkan, ada acara mie tumpah segala sewaktu nasting dibawa ke tempat kami akan bersantap bersama. gara-gara pegangannya rusak dan copot. tapi gak papa, masih bisa sedikit terselamatkan, walaupun kadan ada suapan yang terasa begitu crispy karena makanan bercampur dengan pasir pantai. ahahaha. dasar bodoch... hahaha. tapi overall, acara bersantap bersama waktu itu sangat indah dan nikmat cuy!

acara selanjutnya, diteruskan dengan acara ngopi-ngopi sambil maem snack. [perasaan kok makan teru ya kerjaannya? maklumlaaaah, kan abis puasa seharian. ahahaha, ngaku-ngaku!] lalu kami menikmati air pasang yang ombaknya mulai menggila, ditambah angin yang tiada terkontrol gerakannya, dingin tapi menggairahkan, hiyaaa, gima cobak tuh?! kami mulai mengobrol, duduk di dekat api unggun, bercanda, saling curhat di dalam tenda, beberapa terlelap atau tidur-tidur ayam. sepertinya tak ada yang benar-benar bisa tidur malam itu.

paginya, setelah sebelum subuh tadi pada sahur lalu beberapa cuman ikut-ikutan. kami mulai packing dan cleaning. sempat menikmati bermain ombak lagi sebelum itu. beberapa juga sudah selesai mandi dan bersiap untuk kembali melakukan acara panjat-memanjat di spot berbeda. tapi lalu dilanjutkan dengan boulderan lagi di tempat yang kemarin, dengan rute yang berbeda. masih semangat-semangatnya, karena hari masih pagi dan energi masih full-fullnya. hingga waktu pukul 12.00 kami memutuskan untuk meninggalkan pantai tercinta itu. meninggalkan untuk kembali lagi. jiah! menempuh berkilo-kilometer jalan yang berkelok-kelok dan naik turun untuk menuju ke jogja. sepanjang berjalanan, ternyata kami semua dalam kondisi yang sama, kriyep-kriyep karna mnegantuk. yang parah, malah temanku yang memboncengkanku berkali-kali melihat satu truk dan kendaraan lain membelah diri menjadi dua, saking ngantuk dan beratnya mata. hahaha. tapi syukurlah, kami semua tiba di jogja dengan selamat dan tanpa kekurangan suatu apapun. Love jogja!!! love siung!! damnly!!