seminggu ini akan jadi minggu yang paling berat. ini bukan soal tugas kuliah, ini bukan masalah percintaan, ini bukan tentang perseteruan dengan siapapun. ini tentang sesuatu hal yang sedang hangat2nya diperbincangkan kami [12 orang calon anggota panta rhei]. tentang penerimaan calang panta rhei dan diksarnya tentu saja.
sudah seminggu kami semua melakukan latihan fisik yang menguras segalanya. fisik, mental, finansial. dan begitu banyak yang telah dikorbankan. marching band, kuliah, keluarga. aku jadi jarang kontak sama mamah gara2 sibuk panta rhei. aku gak menyalahkan kegiatan organisasi ini tentu saja. ini konsekuen dan pilihan yang aku ambil dengan sangat sadar pada awalnya. entahlah untuk sekarang. agaknya aku sedikit kewalahan. hhe
hhhmm
bisa dibayangkan gak sih?? kemarin aku sudah lari 20 putaran di GSP. kaki sakit banget. terus push up, sit up, dan back up, semuanya 10 seri cuman dikasih waktu 1 jam. that was terrible! sayang gak ada yang mengabadikan lewat handycam. mukaku pasti kacau banget. udah gitu yang jaga si jangkung lagi. haassh gak peduli. untung pasanganku si abah yang senantiasa memberi semangat dan tenang banget orangnya.
sekarang aku sedang mengusahakan keperluan diksar secepatnya. melengkapi semuanya. aku gak tahu, walau rasanya capek, capek banget. tapi ini semua terasa menyenangkan. aku hampir gila pasti. sampe siksaan seperti ini dibilang menyenangkan.
tapi sayang kalau semua ini dilewatkan. karena pengalaman ini akan jadi cerita yang indah dan mengharu biru di masa yang akan datang. cerita tentang saat aku nangis kemaren sabtu karena gak kuat lari. saat aku aku ketakutan setengah mati, waktu naikin wall lewat samping dan mesti menuju ke puncak. waktu bete banget sama si ketua umumnya. waktu musti push up, sit up, back up ratusan kali dan seringkali sampe ber "awwh awwh" ria karena kesakitan dan gak kuat. waktu banyak yang care sama aku pas latihan dan bilang "yovi gapapa?". itu semua baru permulaan. dan semuanya indah. kejadian2 yang belum pernah aku alami sebelumnya.
dan tentang kekagumanku akan seseorang. seseorang yang banyak membantuku. yang sering aku umpatin juga waktu jengkel setengah mati karena dongkol. yang kadang cuek gak ketulungan, tapi juga care banget. kenapa manusia selalu diciptakan serumit itu?? apa gak ada yang lebih mudah untuk sekedar dikagumi?? hhaa. maunya kok yang mudah2. seharusnya aku sedikit saja mau berjuang untuk yang kukagumi. hasssh, ngomong apa sih aku ini!
dia kusebut ksatria bergitar. yang suka sok cool menyendiri dan bermain gitar. aku belum pernah mendengarkan permainan gitarnya jujur saja. hanya melihatnya dari jauh. lalu kadang kami saling pandang, lalu saling cepat2 mengalihkan pandang karena malu sudah ketahuan. hhee. manisnyaaaa. yang lucu, kami selalu ingin tersenyum dan tertawa ketika berhadapan, dan kami selalu berusaha menahannya. menahannya agar terlihat wajar saja. hhaaa, dasar aneh.
yah begitulah.
banyak sekali yang aku belum sempet ceritakan di sini. betapa tidak tenangnya hidupku sejak ikut panta rhei. dan betapa berwarnanya hidupku juga, sejak aku mendaftar panta rhei. more variety of course..
maybe i need verry long long holiday after it has done.
Rabu, 25 Februari 2009
am i look mature?? -hee
Senin, 23 Februari 2009
di ujung batas
aku rindu kasurku yang empuk, bantalku yang nyaman dan dingin, yang setiap malam menemaniku
bius aku, supaya bisa sehari penuh tidur, tanpa batuk yang mengganggu, tanpa waktu yang membayangi.
sial!!
inikah yang disebut nikmat??
saat badan terasa sakit dan capai tak karuan??
saat mata berkantung hitam dan berat untuk terjaga??
saat lutut lecet-lecet??
mungkin aku sudah gila dengan bilang, "justru di situlah nikmatnya!"
tapi ini hampir selesai kok
aku sudah di ujung batas
aku harus kuat
ya! harus!
bius aku, supaya bisa sehari penuh tidur, tanpa batuk yang mengganggu, tanpa waktu yang membayangi.
sial!!
inikah yang disebut nikmat??
saat badan terasa sakit dan capai tak karuan??
saat mata berkantung hitam dan berat untuk terjaga??
saat lutut lecet-lecet??
mungkin aku sudah gila dengan bilang, "justru di situlah nikmatnya!"
tapi ini hampir selesai kok
aku sudah di ujung batas
aku harus kuat
ya! harus!
Senin, 16 Februari 2009
kaukah itu, waktu??
tempora muntantur et nos mutamur in illis (waktu berubah dan kita berubah dalam waktu)
aku tak tahu persis, bahasa apa ini.tapi saat kubaca artinya, indah memang
dapatkah kau maknai??
perubahan selalu menggandeng waktu
tapi waktu tak selalu menggandeng perubahan
mungkin aku berada pada pernyataan pertama
aku berubah selangkah waktu
aku tak mau berhenti untuk berubah
aku suka perubahan
perubahan yang membawaku menjadi manusia yang seutuhnya
manusia yang semakin hari, semakin segambar dan serupa denganNya
betuklah aku PA, sesuai kehendakMu
Senin, 09 Februari 2009
antara tetralogi dan dwilogi
Pramoedya Ananta Toer dengan tetraloginya- Bumi Manusia, dan Umar Kayam dengan Dwiloginya- Para Priyayi dan Jalan menikung.
aahhh
aku baru sampai buku ketiga dari tetralogi Pram, Jejak langkah. dan sampai sekarang belum selesai juga. Sedangkan dari dwilogi Umar kayam, baru kuselesaikan buku pertama, Para Priyayi.
sejauh ini aku bisa sedikit menyimpulkan. Mereka mempunyai sedikit persamaan. Tulisan mereka memang menceritakan kehidupan bangsa indonesia pada zaman penjajahan. tapi pada sudut pandang yang berbeda.
pram.
Dia menampilkan kehidupan bangsa Indonesia dari sudut seorang keturunan bangsawan. Anak seorang bupati. Yaitu minke. Pram lebih menekankan sejarah bangsa indonesia pada zaman itu, tapi berbeda dari buku sejarah yang lainnya. dia menampilkan secara sastra. itu yang menarik. Pram menyajikan bahwa pribumi pada zaman itu tidak memiliki nilai. mereka tidak boleh sekolah. hanya beberapa yang boleh sekolah. itu pun cuma laki-laki. wanita sangat tertindas kalau kita bandingkan dengan zaman sekarang. para wanita tidak boleh mengurusi urusan selain dapur. tidak boleh menengadahkan wajah jika sedang berbicara kepada seorang suami, apalagi dengan orang yang memiliki kedudukan di atasnya. pram ingin menunjukkan betapa memprihatinkan masyarakat pribumi yang masih terbelakang, terjajah, tak memiliki nilai, tak bisa baca tulis, miskin dan bodoh pada zaman itu. dan melalui minke, betapa seorang tokoh seperti mingke memiliki cita-cita luhur untuk membantu bangsanya, keluar dari keterbelakangan dan keterpurukan ini. seorang mingke yang sangat tidak 'jawa', yang sekolah di sekolahan bangsawan, dan diajarkan tentang semua pelajaran serta tata aturan bangsa eropa. yang selalu mengagung-agungkan bangsa eropa.
sampai pada akhirnya ia sadar, ia adalah anak yang dilahirkan di Hindia Belanda. yang seharusnya membela tanah airnya. dari situ dia berjuang dengan berbagai cara untuk membangun bangsanya. Pram juga menceritakan sejarah berdirinya berbagai organisasi di indonesia. sedikit membosankan, jika kita tak begitu suka dengan sejarah memang. tapi tentu saja, selalu ada intermezo tentang kehidupan pribadi Mingke, percintaannya, yang slalu menarik untuk diikuti.
Umar kayam.
berbeda dengan pram. Umar k. menampilkan ceritanya dari sudut pandang seorang priyayi. yang mungkin kalau kita lihat settingnya, itu berada pada masa yang sama seperti cerita pram. tokoh2nya hanya tentang keluarga besar sastrodarsono dan lingkungan sekitarnya. yang menarik adalah. Umar K. lebih mengedepankan pesan moral dari ceritanya itu. dari kehidupan para priyayi yang dirintis dari seorang petani desa. dari sebuah keluarga yang sangat menjunjung adat jawa. yang bisa dibilang 'jawa banget'. dengan bahasanya yang ringan, ceritanya sangat menarik untuk dibaca. Lewat keluarga besar Sastrodarsono, lewat lantip, seorang anak yang sering dibilang anak haram, yang merupakan aib dari keluarga, Umar k. ingin menyampaikan bahwa, para priyayi yang benar adalah para priyayi yang bisa membawa dirinya, yang peduli dengan nasib orang banyak terutama orang kecil, yang berjiwa sosial. yang tak hanya memiliki pendidikan tinggi dan pekerjaan yang mapan tapi juga yang memiliki kerendahan hati, kelembutan hati, dan penuh kasih terhadap rakyat kecil. Umar kayam lebih bertujuan untuk menyentuh hati setiap pembacanya lewat cerita tentang setiap tokoh keluarga sastrodarsono.
aahhh
aku baru sampai buku ketiga dari tetralogi Pram, Jejak langkah. dan sampai sekarang belum selesai juga. Sedangkan dari dwilogi Umar kayam, baru kuselesaikan buku pertama, Para Priyayi.
sejauh ini aku bisa sedikit menyimpulkan. Mereka mempunyai sedikit persamaan. Tulisan mereka memang menceritakan kehidupan bangsa indonesia pada zaman penjajahan. tapi pada sudut pandang yang berbeda.
pram.
Dia menampilkan kehidupan bangsa Indonesia dari sudut seorang keturunan bangsawan. Anak seorang bupati. Yaitu minke. Pram lebih menekankan sejarah bangsa indonesia pada zaman itu, tapi berbeda dari buku sejarah yang lainnya. dia menampilkan secara sastra. itu yang menarik. Pram menyajikan bahwa pribumi pada zaman itu tidak memiliki nilai. mereka tidak boleh sekolah. hanya beberapa yang boleh sekolah. itu pun cuma laki-laki. wanita sangat tertindas kalau kita bandingkan dengan zaman sekarang. para wanita tidak boleh mengurusi urusan selain dapur. tidak boleh menengadahkan wajah jika sedang berbicara kepada seorang suami, apalagi dengan orang yang memiliki kedudukan di atasnya. pram ingin menunjukkan betapa memprihatinkan masyarakat pribumi yang masih terbelakang, terjajah, tak memiliki nilai, tak bisa baca tulis, miskin dan bodoh pada zaman itu. dan melalui minke, betapa seorang tokoh seperti mingke memiliki cita-cita luhur untuk membantu bangsanya, keluar dari keterbelakangan dan keterpurukan ini. seorang mingke yang sangat tidak 'jawa', yang sekolah di sekolahan bangsawan, dan diajarkan tentang semua pelajaran serta tata aturan bangsa eropa. yang selalu mengagung-agungkan bangsa eropa.
sampai pada akhirnya ia sadar, ia adalah anak yang dilahirkan di Hindia Belanda. yang seharusnya membela tanah airnya. dari situ dia berjuang dengan berbagai cara untuk membangun bangsanya. Pram juga menceritakan sejarah berdirinya berbagai organisasi di indonesia. sedikit membosankan, jika kita tak begitu suka dengan sejarah memang. tapi tentu saja, selalu ada intermezo tentang kehidupan pribadi Mingke, percintaannya, yang slalu menarik untuk diikuti.
Umar kayam.
berbeda dengan pram. Umar k. menampilkan ceritanya dari sudut pandang seorang priyayi. yang mungkin kalau kita lihat settingnya, itu berada pada masa yang sama seperti cerita pram. tokoh2nya hanya tentang keluarga besar sastrodarsono dan lingkungan sekitarnya. yang menarik adalah. Umar K. lebih mengedepankan pesan moral dari ceritanya itu. dari kehidupan para priyayi yang dirintis dari seorang petani desa. dari sebuah keluarga yang sangat menjunjung adat jawa. yang bisa dibilang 'jawa banget'. dengan bahasanya yang ringan, ceritanya sangat menarik untuk dibaca. Lewat keluarga besar Sastrodarsono, lewat lantip, seorang anak yang sering dibilang anak haram, yang merupakan aib dari keluarga, Umar k. ingin menyampaikan bahwa, para priyayi yang benar adalah para priyayi yang bisa membawa dirinya, yang peduli dengan nasib orang banyak terutama orang kecil, yang berjiwa sosial. yang tak hanya memiliki pendidikan tinggi dan pekerjaan yang mapan tapi juga yang memiliki kerendahan hati, kelembutan hati, dan penuh kasih terhadap rakyat kecil. Umar kayam lebih bertujuan untuk menyentuh hati setiap pembacanya lewat cerita tentang setiap tokoh keluarga sastrodarsono.
Rabu, 04 Februari 2009
my first song [original]
i did love you
i did love you
but know i realize, you are not the one
your smile, your voice, your laugh
can't makes me stop to breath like before
i did love you
and i felt that was really hurt
i passed the time
with full of your shadows in my mind
every single nigt
my mind was full with you
and when i tried to stop,
your voice was going loud in my head
last night we were meet again
i understood, my heart has back again
i could receive, our relationship with a different feel like this
altought, you with her
i can smile, i feel fine until further
i did love you
but know i realize, you are not the one
your smile, your voice, your laugh
can't makes me stop to breath like before
i did love you
and i felt that was really hurt
i passed the time
with full of your shadows in my mind
every single nigt
my mind was full with you
and when i tried to stop,
your voice was going loud in my head
last night we were meet again
i understood, my heart has back again
i could receive, our relationship with a different feel like this
altought, you with her
i can smile, i feel fine until further
ahhh, merindumu
tak disangka, tak dinyana, tak diduga. aku telah kembali ke bumi kita tercinta, jogjakartaaaaa. sebenarnya biasa aja rasanya. tapi ada kesenangan tersendiri, sebenernya mauku apa hah?. berada di kost, kampus, bonbin yang sebenernya gak layak buat tempat makan. [kalo gak percaya dateng aja sendiri! menurutku siih].
tapi gak tahu kenapa, selalu merasa gak sehat tiap ada di jogja. suka mriang-mriang gak jelas. cuaca kali yaaa?? tapi bener deh. di sini hujannya ngexisst banget. udah kayak berasa paling penting aja nongol terus. haassh, kayak tv aja nongol. tuh kan, lagi aja diomongin, udah turun ajah tuuh sekehendak hatinya..
tapi kalau gak gitu, bukan jogja namanya. okee, jadi inget sama temen sekelasku si iman. ketua geng cabul di kampus. wahaha, geng apaan tuh yop?? yah pokoknyalaah. dia paling doyan godain cewek-cewek cakep kayak aku. wahahaha. becanda. eh! srius sih. hohoh. kenapa dinamai geng cabul?? udah jelas! karena para anggotanya cabul semuaaa. wekekek
jadi suatu ketika. di temaram malam yang mencekam...ada....
seg, seg, kayaknya ceritanya melenceng, bukan itu yang ingin kuceritakan sebenernya. [ aku mulai melebai kayaknya]
ceritanya gini..
siang itu , aku lupa persisnya jam berapa dan habis kuliah apa. yang jelas waktu itu hujan. lumayan deras. kami angkatan '08 yang masih imut-imut gilag getooohh [kecuali yang kelahiran tahun 80'an, hhaa] ada di lantai dua. kami semua mengurungkan niat untuk pulang. yaiyaaalaaah, lagi ujan deres juga. secara gak ada yang punya mobil. biasalah anak filsafat. standar-standar saja tingkat perekonomiannya. gak juga siih. sebenernya kita gak mau nyombong aja. haash! kembali ke topik!
aku berdiri menempel tembok, memandangi setiap tetes hujan, meratapi nasib [hush! yang kedua boong banget] melihat pemandangan di bawah. sebenernya gak ada pemandangan apa-apa. biasa aja siih. sendirian waktu itu. pokoknya suasananya melow emo abis. nahlo! udah melow ada emonya lagi. kebayang gak?? romantislah yang jelas. secara juga, aku begitu menyukai hujan. tiba-tiba,salah satu personil geng cabul datang mengagetkanku.
yang pertama yosef. tuh anak emang gak ketolongan nggombalnya. entahlah cuman sama aku atau sama yang lain juga. mentang-mentang cintanya bertepuk sebelah tangan. bukan ke aku! ke temenku maksudnya. si yoa itu loooh. waduh, keceplosan. [padahal seluruh dunia juga udah pada tahu]
"ehhh! ada yoviii..", flirting-flirting dengan tampang gak jelas gitu. genit, ganjen atau apalaaah...
aku cuman senyum-senyum, tambah gak jelas lagi kayaknya nih.
"duh, yovii kok sombong siih??"
aku masih dengan sikap yang pertama. yang gak jelas juga tadi.
tiba-tiba muncullah personil cabul yang lain. si iman
"haii yoviii.."
kali ini kujawab," hallo"
"duh, yovi, sendirian aja."
"apaan sih kalian berduaa??" agak nyolot nih aku.
si yosef nimpalin,"wuah, man, yovi tu lho. dari dulu tu orangnya emang susah deh."
dalam hati ku, "idiih kenapa pula dua anak ini?? "jadi semakin jak jelaslah suasana itu.
"iya tow sef?", kata si iman. mereka jadi cengar cengir. [serem kan tingkah laku mereka?? kandhani og!]
si iman masih ngoceh.."yovi tahu gak, berapa banyak tetes hujan yang turun??"
dan dengan ketangkasan dan daya pikir yang cepat. aku langsung ngerti bakal jadi kayak gimana perbincangan selanjutnya. aku ketawa ngakak, sambil pergi menyelamatkan diri dari cabuls bersaudara.
tahu kan maksudku??
jadi, para buaya sejenis yosef dan iman ini sering melontarkan pertanyaan itu kala hujan kepada seorang gadis, pokoknya wanita laaah.
" tahu gak berapa banyak tetes hujan yang turun?"
si cewek akan menjawab, tapi sebelumnya mikir dulu, agak bingung." banyaklaaah"
"iya, memang banyak. tapi gak sebanyak cintaku padamu..."
wahahahaha jijay banget kan??
ati-ati lho bagi para wanita [terutama yang cakep] yang lagi sendirian di kala hujan, trus ada cowok dateng menggoda. tapi gak papa juga sih.. cuman perbincangan juga. asal gak diapa-apain aja. wehehe
aku kok jadi bingung yah??
ceritaku kok jadi mbleber kemana-mana sih??
yaah maklum, udah lama gak posting.
tapi gak tahu kenapa, selalu merasa gak sehat tiap ada di jogja. suka mriang-mriang gak jelas. cuaca kali yaaa?? tapi bener deh. di sini hujannya ngexisst banget. udah kayak berasa paling penting aja nongol terus. haassh, kayak tv aja nongol. tuh kan, lagi aja diomongin, udah turun ajah tuuh sekehendak hatinya..
tapi kalau gak gitu, bukan jogja namanya. okee, jadi inget sama temen sekelasku si iman. ketua geng cabul di kampus. wahaha, geng apaan tuh yop?? yah pokoknyalaah. dia paling doyan godain cewek-cewek cakep kayak aku. wahahaha. becanda. eh! srius sih. hohoh. kenapa dinamai geng cabul?? udah jelas! karena para anggotanya cabul semuaaa. wekekek
jadi suatu ketika. di temaram malam yang mencekam...ada....
seg, seg, kayaknya ceritanya melenceng, bukan itu yang ingin kuceritakan sebenernya. [ aku mulai melebai kayaknya]
ceritanya gini..
siang itu , aku lupa persisnya jam berapa dan habis kuliah apa. yang jelas waktu itu hujan. lumayan deras. kami angkatan '08 yang masih imut-imut gilag getooohh [kecuali yang kelahiran tahun 80'an, hhaa] ada di lantai dua. kami semua mengurungkan niat untuk pulang. yaiyaaalaaah, lagi ujan deres juga. secara gak ada yang punya mobil. biasalah anak filsafat. standar-standar saja tingkat perekonomiannya. gak juga siih. sebenernya kita gak mau nyombong aja. haash! kembali ke topik!
aku berdiri menempel tembok, memandangi setiap tetes hujan, meratapi nasib [hush! yang kedua boong banget] melihat pemandangan di bawah. sebenernya gak ada pemandangan apa-apa. biasa aja siih. sendirian waktu itu. pokoknya suasananya melow emo abis. nahlo! udah melow ada emonya lagi. kebayang gak?? romantislah yang jelas. secara juga, aku begitu menyukai hujan. tiba-tiba,salah satu personil geng cabul datang mengagetkanku.
yang pertama yosef. tuh anak emang gak ketolongan nggombalnya. entahlah cuman sama aku atau sama yang lain juga. mentang-mentang cintanya bertepuk sebelah tangan. bukan ke aku! ke temenku maksudnya. si yoa itu loooh. waduh, keceplosan. [padahal seluruh dunia juga udah pada tahu]
"ehhh! ada yoviii..", flirting-flirting dengan tampang gak jelas gitu. genit, ganjen atau apalaaah...
aku cuman senyum-senyum, tambah gak jelas lagi kayaknya nih.
"duh, yovii kok sombong siih??"
aku masih dengan sikap yang pertama. yang gak jelas juga tadi.
tiba-tiba muncullah personil cabul yang lain. si iman
"haii yoviii.."
kali ini kujawab," hallo"
"duh, yovi, sendirian aja."
"apaan sih kalian berduaa??" agak nyolot nih aku.
si yosef nimpalin,"wuah, man, yovi tu lho. dari dulu tu orangnya emang susah deh."
dalam hati ku, "idiih kenapa pula dua anak ini?? "jadi semakin jak jelaslah suasana itu.
"iya tow sef?", kata si iman. mereka jadi cengar cengir. [serem kan tingkah laku mereka?? kandhani og!]
si iman masih ngoceh.."yovi tahu gak, berapa banyak tetes hujan yang turun??"
dan dengan ketangkasan dan daya pikir yang cepat. aku langsung ngerti bakal jadi kayak gimana perbincangan selanjutnya. aku ketawa ngakak, sambil pergi menyelamatkan diri dari cabuls bersaudara.
tahu kan maksudku??
jadi, para buaya sejenis yosef dan iman ini sering melontarkan pertanyaan itu kala hujan kepada seorang gadis, pokoknya wanita laaah.
" tahu gak berapa banyak tetes hujan yang turun?"
si cewek akan menjawab, tapi sebelumnya mikir dulu, agak bingung." banyaklaaah"
"iya, memang banyak. tapi gak sebanyak cintaku padamu..."
wahahahaha jijay banget kan??
ati-ati lho bagi para wanita [terutama yang cakep] yang lagi sendirian di kala hujan, trus ada cowok dateng menggoda. tapi gak papa juga sih.. cuman perbincangan juga. asal gak diapa-apain aja. wehehe
aku kok jadi bingung yah??
ceritaku kok jadi mbleber kemana-mana sih??
yaah maklum, udah lama gak posting.
Langganan:
Postingan (Atom)
