Selasa, 04 Oktober 2011

kebebasan terarah

Setelah ikut kuliah filsafat perennial jadi mikir sesuatu. Mungkin nanti, ketika aku sudah dewasa, sudah jadi orang tua, aku akan punya ketakutan yang sama. Mungkin aku sekarang bisa bilang, bahwa setelah anak dewasa, dia memiliki kebebasan mutlak atas dirinya sendiri. Kebebasan untuk menentukan dan menjalani hidupnya. Tapi apa yah bisa nanti, sebagai orang tua, aku serta merta lepas tangan? Terus anak kumbar-mbarke (dibebasin sebebas-bebasnya). Pasti kan gak semudah itu. Yah mungkin akan jadi begini supaya lebih enak; kebebasan yang terarah. Jadi ketika mereka dewasa, mereka tetap memiliki kebebasan penuh atas dirinya namun sebagai orang tua, kita tetap punya hak untuk mengarahkan. Hanya sekedar mengarahkan.

Kejauhan mikir ya? hahaha. Mikir kuliah dulu deh.

2 komentar:

callmerona mengatakan...

nice blog ;) keep writing ya!

Rizaldy Gema mengatakan...

haha. kok kejauhan. bagus kok. setuju. :D