Kamis, 12 November 2009

Special gift for mamah gajah’s birthday

Mah, aku masih ingat benar. Dulu, ketika aku belum sekolah, aku selalu menungguimu tiap pagi hanya untuk melihatmu berganti seragam kerja, menata penampilan, memakai lipstick, memulaskan bedak, menyisir rambut, dan mengikuti kemanapun engkau berjalan. Yang berat, ketika aku harus melepasmu pergi bekerja, lalu aku harus tetap di rumah dan bermain dengan mbak yang membantu di rumah, sambil menunggu kepulanganmu. Suasana hatiku selalu buruk setelahnya. Rasanya tidak ingin terpisah darimu. Yah.. begitulah anak kecil kan mah? Hehehehe

Dan ketika aku mulai menjadi remaja. Aku tahu persis bahwa kau tak pernah lepas tangan dalam pembentukan pribadiku. Walau kita mulai sering mengalami gesekan dan perang dingin. Tak ada yang kusembunyikan di depanmu mah. Kita adalah ibu dan anak yang berkawan baik, bersahabat karib, soulmate. Yang sering jalan-jalan bareng, shopping baju dan kesukaan wanita di mall, nonton konser musik berdua, hunting mie jowo dan bakso. Ahh.. semuanya sangat menyenangkan. Aku selalu cerita semua kisah cintaku padamu mah. Semua cowok yang dekat denganku, yang sedang kudekati [hahah], dan yang sedang mendekatiku. Dan kau selalu memberiku beribu wejangan, nasehat, pelajaran lewat semua cerita dan pengalamanmu. Mamah gajahku adalah psikiater terbaik!

Sekarang, ketika mungkin hanya 2x sebulan (paling banyak), dan seringkali hanya sekali sebulan kita bertemu. Kau tetap menempati posisi teratas dalam urutan orang terpenting dalam hidupku. Sempat aku takut bahwa aku mengalami mother complex. Hahahah. Bego. Yang lucu, pada suatu malam mas mok bicara gini padaku mah,” Ibuku adalah tuhan Mez, hahaha. Slama Ibuku masih hidup, berarti Tuhan masih ada.” Lalu kami tertawa lepas bersama. Aku tahu dia bercanda. Itu hanya karma dia terlampau cinta pada ibunya. Begitu juga aku mah. Terlepas dari kecuekanku selama ini, terutama semenjak kuliah di Jogja.

Mamah gajahku, maafkan aku jika seringkali membuat hatimu berduka, mengecewakanmu, atau mungkin [yang parah] merasa menyesal melahirkanku. Aku tahu anak gadismu ini tidak bisa selalu sesuai inginmu. Tapi aku pernah berjanji kan mah?? Akan kubawa mamah keliling dunia, akan kubuatkan satu rumah impian untukmu, dan aku akan terus berusaha untuk membuatmu bangga mah. Dan doakan ya mah, mimpiku bisa segera kupenuhi.

Mamah gajahku, tetaplah menjadi sahabat terbaik sedunia, ibu terbaik sedunia [walaupun menurutku, sedikit sisi keibuan dalammu, hhaa!], psikiaterku yang paling oke, feminis, wanita independent, seorang yang cerdas dan selalu haus ilmu, wanita pemberani, tong sampahku yang setia, ibu tergaul dan terseksi sedunia [hha!], penulis dan penyair yang berbakat, guru terbaik untuk murid-muridmu, koki terhandal bagiku, konsultanku, ahli asmaraku, dan mamah gajahku yang penuh cinta dan kasih sayang.

Mamah gajahku, selamat berhari jadi ya. Selamat menjadi manusia yang diperbaharui lagi oleh Tuhan. Aku mencintaimu dalam setiap kerjap mataku, kegelisahanku, peluh rinduku, tawa lebaiku, raut wajahku. Pokoknya, aku mencintaimu mamah gajahku!!!!

Tidak ada komentar: